28.3 C
Jakarta
14 January 2022
spot_img

Latest Posts

SAVE KESDM, PERTAMINA, SKKMIGAS DAN SAVE KETAHANAN ENERGY

JAKARTA – Mencermati langkah-langkah yang di ambil oleh bpk Menteri ESDM bpk Sudirman Said sampai dengan saat ini maka Kami Relawan Jokowi menyatakan bahwa:
I. Bpk Sudirman Said telah mengangkangi kebijakan yang dia buat sendiri untuk membenahi Tatakelola KESDM dan Ketahanan Energi dengan membentuk Tim Tatakelola Migas di bawah pimpinan Bapak Faisal Basri.

Rekomendasi yang dibuat Tim Tatakelola agar supaya pengadaan impor minyak terang benderang dengan mengambil alih pengadaan minyak dari Petral ke Pertamina agar supaya pengadaan minyak langsung ke NOC dan dilakukan secara terbuka ke publik.

TERNYATA tender pengadaan minyak dilakukan oleh Pertamina dilakukan secara sembunyi-sembunyi tidak sesuai dengan mekanisme Tatakelola yang baik karena dilakukan secara tertutup, tidak akuntabel, dan tidak fair serta tergesa-gesa.

Atas perbuatan ini maka Negara berpotensi di rugikan. Sebagaimana kita ketahui Negara Indonesia mengimpor lebih kurang 700 ribu barrel per hari (konsumsi 1500 barrel perday, produksi dalam negeri 800 barrel per day) atau equivalen dengan Rp 529.200.000.000; ( Rp 529M perhari) dengan asumsi harga USD 60 per barrel, kurs 12.600.

II. Perpanjangan ekspor PT Freeport, PT Newmont bertentangan dengan UU Migas alias secara terang-terangan melanggar UU dan juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Atas perbuatan ini bpk Sudirman Said telah: (1) berpotensi merusak/menghancurkan program Negara untuk membangun Smelter, (2) berpotensi merugikan Negara karena merusak potensi penerimaaan Negara atas nilai tambah ekonomi pengelolaan sumber daya mineral, (3) merusak iklim investasi di Indonesia karena telah menciptakan rasa ketidakadilan di antara para pengusaha pemegang konsesi mineral di Indonesia.
III. Perpanjangan konsesi PT Freeport juga dilakukan oleh bpk Sudirman Said secara sembunyi-sembunyi.
Atas perbuatan bpk Sudirman Said ini maka Negara berpotensi di rugikan karena: (1) seharusnya Negara mempunyai kesempatan untuk menambah kepemilikan saham di PT Freeport menjadi mayoritas menjadi hilang. Diperkirakan Negara di rugikan Rp 100 T atas kehilangan kesempatan untuk menambah jumlah saham menjadi mayoritas. (2) seharusnya Negara bisa meminta PT Freeport untuk berkontribusi secara nyata di Papua dengan membangun Industri terpadu tidak saja hanya membangun Smelter tetapi juga pabrik pupuk dan pembangkit listrik.
IIII. Penerimaan Negara dari Migas dalam APBN-P 2015 ini menjadi hanya USD 12M atau Rp 150T.

Atas turunnya penerimaan Negara dari Migas ini maka Negara telah kehilangan potensi penerimaan dimana dibandingkan tahun lalu USD 32M atau Rp 400T atau telah berkurang sebesar Rp 250T.
Apabila nilai tukar rupiah tidak bergejolak (kurs USD telah meningkat 46%) atau tetap maka patut di duga penerimaan Negara dari Migas akan jauh lebih kecil atau bahkan mungkin tidak ada.
Atas perbuatan ini bpk Sudirman Said telah merusak kredibilitas penerimaan APBN-P 2015 dan selanjutnya akan menciptakan defisit Migas karena penghematan subsidi BBM hanya Rp 200T.
Reformasi SKKMigas jangan-jangan hanya mau menempatkan konconya sebagai Kepala SKKMigas dan mempertahankan tim para mafia Migas sebelumnya dengan mengorbankan: (1) produksi minyak, (2) penerimaan Negara dari Migas

KESIMPULAN.
Demi menyelamatkan KESDM, SKKMigas, Pertamina, dan menyelamatkan Ketahanan Energi maka kami para Relawan menyatakan:
1. Meminta Dirut Pertamina segera memecat ketua Tim pengadaan tender Minyak dan juga sebagai kepala ISC (internal supply chain) PT Pertamina.
2. Meminta Menteri ESDM membatalkan proses tender dan membuka kembali Tender pengadaan Minyak secara terbuka, kredibel, dan fair sesuai rekomendasi tim TRTM.
3. Meminta Menteri ESDM memecat kepala ISC Pertamina sebagai anggota Tim Reformasi Tatakelola Migas (TRTM).
4. Meminta Menteri ESDM mengadakan perundingan kembali perpanjangan ekspor  PT Freeport dan PT Newmont untuk mencegah potensi kerugian Negara, melanggar UU dengan tetap menjaga iklim berinvestasi.
5. Meminta Menteri ESDM mengadakan perundingan kembali dengan PT Freeport atas perpanjangan kontrak dengan menjunjung tinggi kepentingan Negara, mencegah potensi kerugian Negara dengan tetap menjaga kepentingan investor.
6. Meminta Menteri ESDM segera melanjutkan Reformasi Birokrasi dan Tatakelola SKKMigas agar supaya produksi/lifting minyak meningkat dan  penerimaan Negara tetap di pertahankan kisaran USD 30M.
7. Meminta Negara membentuk tim independen untuk mengevaluasi Perpanjangan Kontrak Eksport PT Freeport dan PT Newmont serta mengevaluasi perpanjangan konsesi PT Freeport demi menjaga kepentingan Negara.
8. Meminta BPK segera untuk melakukan audit Investigasi atas pengadaan tender Minyak oleh Pertamina agar supaya potensi kerugian Negara bisa dicegah.
9. Meminta sdr Faisal Basri sebagai ketua Tim Reformasi Tatakelola Migas mempublikasikan secara terbuka kepada Publik apa saja Rekomendasi yang telah diberikan kepada bpk Menteri ESDM dan apa saja yang sudah dijalankan, belum dijalankan serta apa saja yang sudah di langgar pelaksanaannya.
10. Meminta bpk Presiden minimal mengawasi secara ketat setiap langkah dan kebijakan Menteri ESDM agar supaya tidak boleh lagi bertentangan Nawa Cita yang telah menjadi komitmen Bpk Presiden kepada Rakyat.

 

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.