26.3 C
Jakarta
1 December 2021
spot_img

Latest Posts

Jokowi Jangan Tiru Kabinet SBY

Jakarta – Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, menyarankan presiden terpilih Joko Widodo tak meniru kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, terlalu banyak jatah menteri diberikan ke partai politik.

“Memang kalau kabinet SBY itu kan jatah-jatahan,” ujar Syamsuddin ketika dihubungi Tempo, Ahad, 3 Juli 2014.

Menurut Syamsuddin Haris, susunan kabinet di era SBY terlalu banyak dari partai dan bukan kalangan profesional. Akhirnya, kata Syamsuddin, kinerja pemerintahan tak profesional karena selalu muncul konflik kepentingan. “Jangan diikuti jatah-jatahan itu. Sebagian besar yang menikmati ketua umum atau pimpinan partai,” katanya.

Dia enggan menyebutkan menteri-menteri yang terlibat konflik kepentingan dan tak berkinerja baik. Tapi secara umum, kata Syamsuddin, terlihat bahwa kinerja menteri pada era SBY tak baik. Pada 2004-2009, 18 dari 34 menteri kabinet SBY berasal dari partai. Sedangkan pada 2009-2014, 19 dari 34 menteri berasal dari partai.

Jokowi, kata Syamsuddin, harus membuat komposisi kabinet yang mayoritas diisi oleh kalangan profesional. Apabila komposisi terlalu banyak dari orang partai, maka akan banyak kepentingan yang terbelah antara untuk partai dan tugas kementerian. Dia mengusulkan 70 persen jatah menteri diberikan ke kaum profesional, sedangkan sisanya dari partai.

Syamsuddin juga meminta Jokowi banyak mengambil menteri dari kampus dan lembaga penelitian.

Sumber : Tempo.Co
Link : http://www.tempo.co/read/news/2014/08/04/078597043/Jokowi-Jangan-Tiru-Kabinet-SBY

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.