24 C
Jakarta
5 December 2021
spot_img

Latest Posts

Jokowi Dengarkan Berbagai Masukan dari Pemred Sejumlah Media

Jakarta – Presiden RI terpilih Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan para pemimpin redaksi (pemred) media massa di Gallery Kunskring, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014). Pertemuan tersebut digelar secara tertutup selama sekitar 90 menit.

Jokowi mengaku butuh masukan dari media sehingga ia merasa penting untuk mendengarkan informasi dari Forum Pemred. Apalagi menurutnya, informasi yang dimiliki media sangat luas dan mencakup berbagai hal.

“Kita perlu mendapatkan input dari siapapun. Pemred mempunyai telinga yang banyak dimana-mana, info yang banyak. Matanya ada di mana-mana. Kalau saya ingin adakan pertemuan nggak salah kan?” kata Jokowi

Dalam pertemuan kali ini, Jokowi mengaku mendapat banyak masukan. Di antaranya adalah mengenai seleksi menteri dan juru bicara.

“Ya banyak (masukan). Mengenai seleksi menteri, masalah juru bicara, juga APBN dengan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jokowi, pertemuan ini juga membahas batasan-batasan pers saat meliput dirinya nanti setelah dilantik. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, tidak akan ada banyak perubahan aturan bagi media yang meliputnya saat menjadi presiden nanti.

“Ya seperti ini sajalah. Di mana-mana bisa,” tutupnya.

Opsi Kementrian
Arsitektur kementerian menjadi salah satu isu sentral di Kantor Transisi Jokowi-JK. Berbagai opsi pun sedang dipertimbangkan, termasuk tentang jumlah kementerian.

“Opsinya ada 34 menteri. Itu yang pertama kita bicarakan tadi,” ujar Jokowi usai rapat di Kantor Transisi, Jl Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014). Jokowi mengatakan kementerian baru juga masuk dalam pembahasan tersebut. Tetapi untuk posisi orang yang mengisinya belum dibahas.

“Misalnya kementerian untuk ekonomi kreatif, kedaulatan pangan, kementerian maritim,” katanya.

Dengan jumlah sebanyak 34 kementerian, sama seperti kabinet SBY saat ini, maka konsekuensi kementerian baru adalah menghapus yang lama.

“Iya, mestinya iya. Tapi ini baru opsi lho ya,” katanya.

Kabar yang berkembang sejauh ini, Jokowi lebih suka merampingkan kabinet. Sedang JK lebih suka mempertahankan jumlah kementerian yang ada sesuai dengan UU. Alasannya, antara lain jumlah penduduk Indonesia yang banyak yaitu 250 juta orang yang tersebar di 17 ribu pulau, jangan dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura.
(Sumber: Detik.com, 2 September 2014)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.