25.9 C
Jakarta
20 January 2022
spot_img

Latest Posts

Berbekal DUIT, UKM ini Sukses Jualan Online

 JAKARTA – Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak selamanya bikin sial pengusaha. Posisi dolar AS yang kini mencapai titik terkuat sejak 1998 ternyata masih mampu membuat pengusaha UKM meraup keuntungan.

Nurdyansyah yang memiliki account @dyansyah ini mengaku sangat enjoy bertransaksi di Bukalapak.com karena dijamin keamanannya. Pembeli melakukan pembayaran terlebih dahulu ke Bukalapak.com dan baru dibayarkan kepada pelapak jika item yang dijual sudah diterima oleh pembeli. Sehingga pembeli terhindar dari transaksi jual-beli palsu.

Di Bukalapak.com, Dyansyah menjual aksesori gadget kelas premium. Mulai dari antigores, baterai, casing, dan lain-lain. Total saat ini telah mencapai 3.000-an item. Alumni IPB ini beralasan bahwa produk-produk berkualitas premium cukup stabil karena defect produknya kecil. Sehingga kemungkinan retur kecil dan berujung pada kepuasan konsumen.

“Apa pun usahanya, harus DUIT tetap nomor satu. Duit itu adalah Doa, Usaha/Ikhtiar, dan Tawakkal. Jangan sampai meninggalkan ketiga hal tersebut,” ujar Dyansyah dalam acara Seller Gathering yang digelar Bukalapak, Minggu (15/3/2015) .

Pengusaha UKM lainnya, Sigit Nurdyansyah yang mulai fokus jualan online di Bukalapak.com. Totalitas dalam membesarkan bisnis e-commerce sejak Februari 2012, menempatkan Nurdyansyah kini sebagai top seller di bukalapak.com. Hingga awal Maret 2015, dirinya telah membukukan 5.284 transaksi.

“Alhamdulillah, omzet saya sekarang sekitar Rp 200 juta per bulan dengan rata-rata 30 transaksi per hari,” ujar Sigit.

Pria berusia 30-an tahun ini mengakui memperoleh semua itu tidak secara instan. Berawal dari memenuhi kebutuhan biaya untuk pengobatan anaknya, yang baru lahir dan sedang sakit sehingga harus sering keluar-masuk rumah sakit. Selain waktu kerjanya banyak tersita, perputaran uang di rumah juga sangat terganggu karena pengeluaran biaya untuk pengobatan yang cukup besar.

Di awal tahun 2010 saat pertama kali dirinya mengenal transaksi jual-beli secara online. Waktu itu, ia mencoba membeli sepeda secara online. Namun, bukannya barang diperoleh secara utuh, uang yang telah ditransfernya pun raib entah kemana. Untungnya, ia memiliki teman di sebuah bank, sehingga transaksi tersebut dibatalkan dan ia mendapatkan kembali uangnya.

“Saya jadi berpikir, apakah benar jual-beli online ini selalu diikuti praktik penipuannya. Ini yang membuat saya ingin memasuki bisnis online,” ujarnya.

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.