30.5 C
Jakarta
17 October 2021
spot_img

Latest Posts

Wartani Curahnongko Minta Bupati Jember Bentuk Tim Virifikasi Redistribusi 332 Ha Obyek TORA

KBRN,Jember: Sekitar 2.000 Kepala Keluarga Di Desa Curahnongko dan Andongrejo, Kecamatan Tempurejo,Jember mengelar Renungan dan Doa bersama untuk memperingati hari tani ke 57 Tahun 2017.

Renungan dan doa bersama dilakukan sebagai refleksi perjuangan masyarakat dan sekaligus untuk mengugah para pemangku kebijakan agar memikirkan nasib ribuan petani yang tergabung dalam Wadah Aspirasi Masyarakat Tani (Wartani) Curahnongko dalam upaya memperjuangkan kembali hak atas tanah seluas 332 Ha yang telah puluhan tahun menjadi sengketa dengan pihak PTPN.

Ketua Wartani Curahnongko, Yateni mengatakan kasus-kasus sengketa tanah yang banyak terjadi di wilayah Kabupaten Jember, seperti kasus 332 Ha tanah Curah Nongko masih belum tuntas penyelesaiannya hingga kini.

“para penguasa di wilayah Kabupaten Jember baik eksekutif maupun legislatif telah di beri amanat oleh rakyat untuk bertugas tidak hanya sebagai aspirator, melainkan juga sebagai pelaku perjuangan nasib rakyat,” tegasnya ditemui RRI,Sabtu (24/9/2017).

Persoalan Konflik agraria yang melibatkan rakyat dengan PTPN adalah bagian dari konflik yang paling rumit, karena secara hukum celah yang memenangkan rakyat sangat kecil. Sebab harus melalui Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Direksi PTPN, BPN dan Pemda.

“Kami menuntut agar Bupati Jember dr Faida yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk bisa bersinergi dengan masyarakat dalam penyelesaian kasus kasus rakyat untuk juga bisa mendorong penyelesaian kasus tanah di wilayah desa Curahnongko,” tandasnya.

Menurut Yateni, Setidaknya ada tiga tahap yang harus dilakukan yakni menelusuri sejarah serta asal muasal lahan dan penduduk, mendudukan klausul hukum kepemilikan lahan dan upaya politik penyelesaian konflik.

“Selain itu, PTPN XII sebagai BUMN yang rugi harus mencatat bahwa salah tujuan adanya BUMN adalah mensejahterakan rakyat dimana BUMN itu berada. Jelas kehadiran BUMN bukan untuk menyengsarakan rakyat,” terangnya.

Demi terjaminnya kepastian hukum dan legalisasi atas Tanah Obyek Reforma Agraria terhadap tanah bekas hak erfpacht yang terletak di Perkebunan Kalisanen seluas 332 ha di Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, maka pihaknya mendesak agar Pemerintah Daerah lebih peka dan pro aktif dalam mengawal penyelsaian konflik agaria tersebut guna tercapainya Kemakmuran bagi masyarakat seempat.

“Tanah sengketa di desa Curahnongko seluas 332 hektar untuk di masukan dalam Program Prioritas Penataan dan Pemilikan Tanah Obyek Reforma Agraria / TORAyang sampai saat ini masih belum diredistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan implementasi dari point ke 5 Nawacita Presiden Joko Widodo,” imbuhnya.

Dalam penyampaian pernyataan sikap tersebut dilakukan di Sekretariat Bersama Wartani di Desa Curahnongko disaksikan oleh perwakilan Polres Jember, Koramil serta Muspika setempat.(GL/ARN)

http://rri.co.id/lhokseumawe/post/berita/437451/daerah/wartani_curahnongko_minta_bupati_jember_bentuk_tim_virifikasi_redistribusi_332_ha_obyek_tora.html

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.