26.3 C
Jakarta
3 December 2021
spot_img

Latest Posts

Video: Menanti jenderal penculik diadili

Kasus penculikan aktivis pro demokrasi yang terjadi di tahun 1997/1998, masih diselimuti kabut gelap. Mahkamah Militer memang pernah menyidangkan dan menghukum para pelaku penculikan dari Kopassus TNI AD.

Meski para prajurit itu telah dan dijatuhi hukuman dengan berbagai tingkatan, namun pemberi perintah penculikan tak pernah tersentuh oleh tangan hukum. Hingga kini korban penculikan, 13 aktivis pro demokrasi yang hasih hilang, tidak pernah diketahui keberadaannya. Bila masih hidup di mana mereka berada, kalau sudah tewas di mana dikuburkan.

DPR RI telah mengeluarkan rekomendasi atas penuntasan kasus penculikan 13 aktivis pada kurun waktu 1997/1998. Pertama, pemerintah diminta membentuk Pengadilan HAM Ad Hoc untuk mengadili para pelaku; kedua, mengerahkan segala daya upaya untuk mencari 13 aktivis yang tidak diketahui rimbanya; ketiga, merehabilitasi dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban penculikan; keempat, meratifikasi Konvensi HAM tentang anti-penghilangan secara paksa.

Namun, apa daya, pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak kunjung menjalankan rekomendasi tersebut. Para keluarga korban penculikan masih menanti kabut gelap kasus pelanggaran HAM yang membuat Prabowo Subianto dipecat dari TNI itu bisa segera disibak. “Kami berharap pada Jokowi,” kata Utomo Raharjo, orangtua dari Petrus Bima Anugerah, salah satu korban penculikan yang hingga kini belum kembali. (skj)

 

Lihat video di sini:

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.