28.5 C
Jakarta
5 December 2021
spot_img

Latest Posts

Tim Jokowi-JK Laporkan Dugaan Kecurangan Masif ke Bawaslu

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Advokasi Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Mereka melaporkan dugaan kecurangan oleh pasangan nomor urut 1: Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Juru Bicara Seknas Advokat Jokowi, Fernando, mengatakan pihaknya juga akan melaporkan panitia TPS. Karena diduga melakukan kecurangan saat penghitungan suara berlangsung.

“Dugaan pelanggaran yang terjadi masif di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Fernando di Gedung Bawaslu, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2014).

Untuk menjunjung netralitas, Fernando meminta agar Bawaslu cepat menindaklanjuti laporan yang disampaikan.

Di tempat yang sama, Ketua Advokat Seknas Jokowi, Sandy Situngkir, menyebutkan pihaknya melaporkan tiga dugaan pelanggaran kepada Bawaslu. Pertama, dugaan politik uang.

“Modusnya, sebelum memilih, pemilih yang kebetulan pendukung pasangan No 2 diberikan uang Rp150 ribu dalam amplop. Arahannya untuk memilih (pasangan capres) nomor 1,” kata Sandy.

Menurut dia, laporan ini datang dari masyarakat di Desa Cijambu, Kota Cianjur. Bukti yang dilampirkan adalah foto amplop yang bercap gambar Prabowo-Hatta Rajasa serta uang Rp150 ribu.

Selain di Cianjur dugaan politik uang juga terjadi di Indramayu dengan besaran uang Rp100 ribu per amplop, di Kota Medan dan Kabupaten Demak dengan besaran uang Rp 50 ribu per amplop; Kelurahan Kapuk Cengkareng; Cilebut Bogor; Koperasi Karyawan PLN, Kota Batam; Kelurahan Kebun Melati, Jakarta Pusat; Tanjung Rejo, Sumatera Selatan; dan Cibaduyut, Bandung.

Pelanggaran kedua, kata Sandy, pemilih pendukung pasangan Jokowi-JK, dipersulit oleh panitia pemilu setempat. “Keluarga masyarakat yang dikenal oleh pengurus RT dan KPPS sebagai pendukung capres No 2 tidak diberikan undangan,” ujar Sandy.

Menurut dia, yang bersangkutan seharusnya dapat memberikan hak suaranya karena memiliki KTP yang beralamat di TPS setempat. Namun tidak diizinkan memilih. Dugaan pelanggaran ini terjadi di Cengkareng, Cilebut, Banten, Tanah Abang, dan Sumatera Selatan.

Dugaan pelanggaran terakhir, yakni adanya kecurangan yang dilakukan panitia karena tidak mengesahkan suara pemilih. “Di kertas (surat suara) pencoblosannya agak besar hanya keluar sedikit dari kotak, kemudian dinyatakan tidak sah,” kata Sandy.

Kejadian ini, kata Sandy, ditemukan di Jakarta Selatan. Pelapor juga melampirkan video kepada Seknas Jokowi. (Dor)

http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/07/11/264342/tim-jokowi-jk-laporkan-dugaan-kecurangan-masif-ke-bawaslu

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.