26.3 C
Jakarta
1 December 2021
spot_img

Latest Posts

Presiden SBY Harus Bersikap Netral

JAKARTA- Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi mendesak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono agar bersikap netral dalam pemilihan presiden yang akan diadakan pada 9 Juli 2014. Netralitas ini sangat penting mengingat posisinya sebagai pemimpin negara bisa mengarahkan aparaturnya untuk memihak salah satu capres-cawapres. Presiden juga harus bersikap tegas terhadap kemungkinaan pemanfaatan aparatur negara, baik itu birokrasi pemerintahan maupun aparat keamanan untuk kepentingan pemenangan calon tertentu.

“Indikasi ketidaknetralan Presiden SBY sudah mulai terlihat dengan adanya dugaan penggunaan operasi rahasia Kopassus dan Badan Inteljen Negara (BIN) untuk memperngaruhi hasil pemilu presiden, seperti dilansir sebuah situs berita online. Jika dugaan tersebut benar, tentu akan mencederai proses demokrasi dalam Pilpres 2014 yang sudah kita bangun bersama. Tidak seharusnya aparat keamanan seperti BIN atau Kopassus terlibat dalam upaya pemenangan capres tertentu,” tandas Presidium Seknas Jokowi, Muhammad Yamin SH dalam siaran persnya.

Jika Presiden SBY membiarkan operasi tersebut, lanjut Muhammad Yamin, pertaruhannya adalah kepemimpinan SBY selama dua periode ini yang akan dianggap gagal dalam membangun demokrasi. Karena itu, SBY harus menghentikan tindakan politik tersebut dan kembali bersikap netral.

Selain itu menurutnya, terhadap pengamanan menjelang hari H pencoblosan Pilpres 2014 yang diposisikan Siaga Satu, bagi Seknas Jokowi terlalu berlebihan mengingat Pilpres merupakan proses demokrasi, suatu kegembiraan politik yang tidak perlu disikapi secara berlebihan. “Aparat keamanan baik itu Polri maupun TNI tetap harus mengamankan Pilpres sesuai dengan tugasnya masing-masing. Dengan pengamanan Pilpres yang berada di level Siaga Satu, seolah-olah pemerintah mau menunjukan kegentingan politik menjelang Pilpres 2014 yang sebenarnya masih kondusif,” ujar Muhammad Yamin. Seharusnya, kata Yamin,  tugas Polri maupun TNI difokuskan pada pelanggaran dan kecurangan Pilpres, dan kemungkinan lainnya yang akan menyebabkan Pilpres berjalan tidak jujur dan adil.

Sekali lagi, Seknas Jokowi menegaskan perlunya Presiden SBY agar menjalankan agenda transisi kepemimpinan nasional dengan melaksanakan Pilpres 2014 secara jujur, adil dan damai. Jika pemerintah berpihak pada salah satu capres, tentu rakyat akan memberikan raport merah terhadap akhir kepemimpinan SBY.

Karena itu, mereka bersama segenap kompenen anak bangsa berharap Presien SBY untuk menjaga netralitas pemerintah selaku penyelenggara Pemilu Presiden, serta menjaga suasana kegembiraan politik selama masa tenang Pilpres ini. “Semoga Pilpres kali ini bisa melahirkan pemimpin yang benar-benar mendapat mandat sepenuhnya dari rakyat, tanpa dinodai kecurangan, manipulasi suara dan keberpihakan aparat keamanan,” pungkas Yamin. (Ananta)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.