26.1 C
Jakarta
28 November 2021
spot_img

Latest Posts

Polisi Panggil Bos Selebaran Obor Rakyat

JAKARTA – Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia memanggil penanggung jawab selebaran menyerupai tabloid, Obor Rakyat. Bos Obor Rakyat, Setyardi Budiyono dipanggil Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran pidana pemilu dan pidana umum.

“Sudah melakukan pemanggilan saksi, sudah dalam proses penyelidikan sejak kasus ini masuk ke Bareskrim. Awalnya ada dugaan melanggar UU Pers, tindak pidana umum, dan Undang-Undang Pemilu. Nanti bergantung pada hasil penyelidikan. Bisa melanggar ketiganya atau salah satunya saja,” kata Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman, Kamis (19/6/2014).

Setyardi dijadwalkan diperiksa penyidik Bareskrim pada Kamis sore. Jika terduga tidak memenuhi panggilan hingga tiga kali, Sutarman mengaku tidak menutup kemungkinan melakukan pemanggilan paksa atau penangkapan.

“Siapa pun dia, hukum tak melihat siapa-siapa. Semua sama di mata hukum dan harus ditegakkan. Kalau tidak datang hari ini akan dipanggil lagi, kalau tidak lagi datang, baru dijemput paksa. Dia punya hak sesuai aturan hukum untuk tidak memenuhi panggilan (selama tiga kali),” sambung Perwira Tinggi dengan empat bintang di pundak ini.

Kapolri membantah penanganan kasus tersebut terbilang lambat. Menurutnya, Polri berhati-hati dalam menyikapi laporan tim Jokowi-JK, agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Proses delik pers kan harus melalui Dewan Pers dulu. Nah akhirnya, Dewan Pers bilang itu bukan produk pers. Kalau terkait dengan Undang-undang Pemilu setiap pelanggaran yang dilakukan masyarakat laporannya harus ke Gakkumdu. Di Gakumdu kemudian dinilai oleh tim gabungan polisi, jaksa, ada Bawaslu. Tim akan melihat apakah pelanggaran administrasi, pidana atau kode etik. Undang-undang kita kan seperti itu,” sambung Sutarman.

Setelah Dewan Pers menyatakan Obor Rakyat bukan produk pers, Bareskrim Polri kemudian memproses pidana umum dan pidana pemilu.

Sebelumnya, Tim Hukum Jokowi-JK melaporkan Obor Rakyat atas dugaan melakukan fitnah. Awalnya, penanggung jawab selebaran tersebut tidak jelas, namun seorang asisten staf khusus presiden lalu mengaku bertanggung jawab. (Wayan Adi)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.