30.1 C
Jakarta
21 October 2021
spot_img

Latest Posts

Masyarakat Adat Independen Papua: Kami Tidak Pernah Minta Saham!

INFONAWACITA.COM – Masyarakat adat Papua yang merupakan murni korban dari pertambangan emas PT Freeport buka suara atas isu permintaan saham Freeport yang diinisiasi masyarakat adat.

Mereka menegaskan jika permohonan tersebut bukanlah murni berasal dari pihak korban Freeport yang didominasi oleh Suku Amungme dan Kamoro, akan tetapi berasal dari oknum yang mengklaim sebagai wakil suku.

Hal ini diungkapkan oleh Masyarakat Adat Independen (MAI) yang merupakan ikatan perkumpulan suku Amungme dan Kamoro.

“Kami yang mengalami dampak di sekitar areal pertambangan selama freeport beroperasi. Kami ingin bersuara agar nasib kami diperhatikan,” tulis mereka dalam rilis yang diterima Infonawacita.com pada Rabu (13/9).

Pada rilis tersebut mereka pun mengeluarkan empat poin penting terkait kelanjutan nasib mereka dari kebijakan baru yang diterapkan kepada PT Freeport Indonesia.

Pertama, mereka menyatakan bahwa pihak yang mengatasnamakan masyarakat suku di sekitar Mimika murni para elit lokal, bukan masyarakat yang menderita karena pertambangan selama 50 tahun. “Maka itu kami menolak seluruh permintaan saham yang mengatasnamakan masyarakat adat,” tulis rilis tersebut.

Kedua, mereka menyatakan jika tidak pernah menyampaikan bagi saham sebab itu merupakan ranah urusan pemerintah. “Yang kami perlukan adalah adanya keberpihakan negara pada ruang hidup yang telah rusak dan tercemar,” imbuh rilis tersebut.

Ketiga, mereka menginginkan penutupan Freeport jika melanggar kesepakatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Terakhir, mereka meminta pemerintah untuk dapat mengaudit secara menyeluruh selama proses divestasi.
Meminta Presiden Berkunjung Langsung

Sebagai kelanjutan, mereka pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk berkenan meninjau langsung keadaan masyarakat adat di Timika.

“Sekalian melalui rilis ini kami undang secara terbuka Bapak Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri ESDM Jonan agar turun ke Timika bertemu secara khusus korban Freeport masyarakat adat pemilik hak ulayat,” tulis rilis yang ditandatangani perwakilan Suku Amungme dan Kamoro tersebut.

Adapun perwakilan Suku Amungme ialah Domi Magai, Markus Kelabetme, Mantre Ogolmagai, Daniel Beanal, Timotius Beanal, Ishak Onawame, Geradus Beanal, Ishak Daikme, Vinsent Oniyoma, Damaris Onawame, Ema Narkime.

Sedangkan perwakilan Suku Kamoro ialah Aligonda Nokoro, Warburga Owemena, Maria Tawer, Marius Tawer, Stevanus Ndiken, Virsa Lokobal, Kostan Matameha. (DS/yi)

https://www.infonawacita.com/masyarakat-adat-independen-papua-kami-tidak-pernah-minta-saham

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.