28.1 C
Jakarta
18 January 2022
spot_img

Latest Posts

Jokowi Pastikan Kabinetnya Bukan Menteri Idol

Jakarta – Proses penyusunan kabinet oleh presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden Terpilih, Jusuf Kalla bersama tim penyusun bukanlah ‘Menteri Idol’. Demikian ditegaskan oleh Jokowi, Sabtu (2/8/2014).

Gubernur DKI Jakarta ini memastikan bahwa menteri yang nantinya ditempatkan pada setiap pos bukan berdasarkan pada popularitas. Sudah pasti ada kriteria, termasuk standar profesionalitas dalam menentukan sosok seorang calon menteri.

“Sudah berkali-kali saya katakan, bukan berdasarkan popularitas, tentu bukan seperti idol-idol-an begitu. Kan ada syaratnya, seperti leadership harus kuat, punya kompetensi secara manajerial, dan mengerti administrasi pemerintahan. Itu baru syarat dasar, nanti kan dikembangkan lagi oleh tim yang ada,” ujar Jokowi.

Mantan Walikota Solo ini menegaskan kembali bahwa munculnya nama-nama calon menteri di internet dan di tengah masyarakat hanya merupakan usulan dari sejumlah komponen masyarakat dan komunitas pendukung. Tentu saja, usulan tersebut tidak harus diterima karena penunjukan dan pengangkatan menteri adalah ‘hak prerogatif presiden’.

“Itu kan bersifat membantu juga, masukan-masukan itu kan membantu. Bisa jadi salah satu jurus dalam berburu calon menteri. Kalau saya, ya semua jurus saya kerahkan, baik lewat partisipasi publik maupun headhunter, pemburu ‘eksekutif berbakat’ yang lagi tren itu loh, hehe. Tapi catat, keputusan final ada di saya. Tentu, setelah berdiskusi dengan Pak JK, partai pengusung, dan komponen pendukung lainnya,” sambung Jokowi.

Sementara itu wapres terpilih, Jusuf Kalla berbicara senada dengan Jokowi. Keputusan final nama menteri tentunya ada di tangan Jokowi-JK.

“Bagaimana pun, kan ujung-ujungnya kembali ke tangan Jokowi-JK bersama komponen pengusung. Pasti semua masukan akan kita bahas, tapi ya kalau mereka politisi di luar partai pengusung, pasti agak sulit. Masak mereka yang tidak bekerja dan berkeringat diangkat jadi menteri, politik ya begitu,” sambung JK.

JK pun memberikan catatan bahwa kabinet yang akan mereka bentuk adalah kabinet profesional. Artinya, hampir semua posisi menteri akan dinilai dari profesionalitas calon menteri sesuai posisi yang ada. Termasuk jika menteri berasal dari partai politik, maka bisa dipastikan mereka adalah orang-orang yang punya pengalaman dan rekam jejak di bidangnya.

“Partai kan ada orang-orang profesional, banyak bahkan. Tapi semuanya baru akan dibahas secara formal, seperti bagaimana cara, sistem, dan struktur kabinetnya. Jadi belum ada bicara siapa duduk dimana. Tentu akan lebih efektif kalau kami bicarakan seusai gugatan di Mahkamah Konstitusi. Sekarang kan baru bicara informal, masukan-masukan,” ujar JK yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia ini.

Ketua Palang Merah Indonesia ini mengaku tidak mempermasalahkan maraknya masukan nama-nama menteri yang beredar di internet dan masyarakat. Namun, dia meminta pihak yang memberi masukan berpikir rasional sehingga tidak ada kesan ‘Menteri Idol’. (Wayan Adi)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.