24.1 C
Jakarta
20 January 2022
spot_img

Latest Posts

Jokowi Kantongi Modal Kuat Revolusi Mental

JAKARTA- Calon presiden Ir. H. Joko Widodo mengantongi modal dasar yang sangat kuat dalam melakukan Revolusi Mental, jika berhasil memenangkan pemilihan presiden. Demikian dikatakan oleh Pengamat Budaya, Dr. Karlina Supelli, menanggapi gagasan Revolusi Mental yang digagas Jokowi.

“Kemauan keras, jujur, itu langkah pertama yang diperlukan dalam melakukan Revolusi Mental. Jokowi punya itu. Selain itu, dia tidak korup dan jujur. Itu terlihat dalam perilaku sehari-harinya,” tutur Karlina Supelli, dalam acara Deklarasi Revolusi Mental oleh Komunitas Sahabat Jokowi di Jakarta, Sabtu (17/5/2014) malam.

Dosen Program Pascasarjana pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini melanjutkan, modal yang dimiliki oleh Jokowi akan membuatnya memiliki ‘Kemauan Politik’ yang besar dalam menerapkan ‘Revolusi Mental’. Sebab, ‘Revolusi Mental’ tidak boleh berhenti hanya sebatas wacana.

“Jokowi (jika menjadi Presiden) harus membuat kantong-kantong perubahan dan menyusun siasat yang berfokus pada transformasi cara hidup sehari-hari kelompok-kelompok warganegara. Siasat itu melibatkan gerakan rutin dalam bentuk langkah-langkah konkrit untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang punya dampak terhadap terwujudnya kebaikan hidup berbangsa dan bernegara,” jelas Karlina.

Selain itu, pendidikan ‘Revolusi Mental’ juga perlu diterapkan sejak dini. Sebab, pendidikan ini tidak bisa digantikan oleh pelajaran Agama.
“Sejak dini, anak-anak sekolah perlu mengalami proses pedagosis yang membuat etos warganegara menumbuh. Sebab, landasan kebangsaan Indonesia adalah kewarganegaraan. Indonesia tidak didirikan di atas prinsip kesukuan, keagamaan atau budaya tertentu,” sambungnya.

Karlina pun menegaskan, bahwa ‘Revolusi Mental’ memang berperan besar dalam merubah kebiasaan dan bahkan kebudayaan masyarakat. Mental, memiliki pengaruh besar terhadap perilaku fisik manusia.

“Kerap muncul anggapan bahwa mental hanyalah urusan batin, yang tidak terkait dengan urusan ragawi atau benda dan tindakan fisik seseorang. Daya mental seperti berpikir, membuat pertimbangan, dan membuat keputusan memang tidak kasat mata atau ragawi, namun mental tidak mungkin terbangun tanpa pengalaman ragawi. Pada gilirannya, daya mental pun dibentuk dan menghasilkan perilaku serta tindakan ragawi. Kelenturan mental, yaitu kemampuan untuk mengubah cara berpikir dan cara pandang juga dipengaruhi oleh hasrat, campuran antara emosi dan motivasi,” tegasnya. (Wayan Adi)

 

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.