25 C
Jakarta
19 October 2021
spot_img

Latest Posts

Ini Dia Pesan Dari Petani Desa Curahnongko Jember Kepada Pasangan Gus Ipul-Mbak Puti

JAKARTA, JEMBER – Dalam acara sosialisasi pasangan gubernur dan wakil gubernur Saifullah Yusuf(gus ipul) dan Puti Guntur Soekarno (mbak puti) yang diadakan di Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember pada hari Sabtu 17 Maret 2018 terungkap harapan besar dari para petani di Desa Curahnongko Tempurejo Jember kepada pasangan “Gusti” ini. Minggu (18/02/2018).

Dalam acara yang diadakan oleh Seknas Jokowi Jember di salah satu daerah sampingannya ini beberapa perwakilan petani mengungkapkan bahwa problematika mahalnya harga pupuk,bibit,obat obatan pertanian sehingga berpengaruh terhadap biaya produksi pertanian. Menurut Sulyadi salah satu perwakilan petani di Desa Curahnongko mahalnya biaya produksi pertanian ini tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima oleh para petani.rendahnya harga gabah,belum lagi masih banyaknya sistem ijon, serta masih kurang berperannya bulog dalam membeli hasil panen petani merupakan problematika yang dihadapi oleh kaum tani di pedesaan.

Harapan dari Sulyadi kepada pasangan Gus Ipul-Mbak Puti ini adalah bagaimana bisa membuat harga pupuk,bibit,obat-obat pertanian menjadi bisa menjadi murah dengan memotong mata rantai perdagangan pupuk,bibit,obat obatan pertanian, sehingga dari produsen langsung disalurkan ke petani melalui koperasi koperasi pertanian. Sehingga hal ini mengurangi beban petani yang terkadang harus berhutang kesana kemari pada saat musim tanam.

Sedangkan menurut Juari 58 tahun warga Desa Curahnongko yang juga merupakan pengurus dari Wadah Aspirasi Warga Petani (Wartani) Curahnongko yang merupakan organisasi tani warga Desa Curahnongko berharap kepada pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti bisa membuat bank tani di pedesaan pedesaan yang berfungsi sebagai penyalur kredit lunak kepada petani terutama pada saat musim tanam dimana para petani membutuhkan modal untuk membeli pupuk,bibit,obat obatan pertanian,disamping itu bank tani nantinya diharapkan juga bisa menjadi alat untuk memerangi sistem ijon yang masih banyak terjadi yang sangat memberatkan bagi para petani, selain itu pembentukan koperasi tani juga diharapkan bisa menjadi program prioritas dari pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti di dalam kepemimpinannya 5 tahun ke depan. Dimana menurut Juari koperasi bisa menjadi alat yang menyalurkan hasil produksi pertanian dari para petani ke pasar, bisa berbentuk toko toko retail modern “Tani Mart” yang khusus menyalurkan produk produk pertanian.tentunya dengan mendapatkan pembinaan dari pemerintah jelas Juari.

Selain dua hal tersebut, dalam kegiatan sosialisasi pasangan Gus Ipul-Mbak Puti ini juga diungkapkan terkait permasalahan bantuan sosial (Bansos) baik berupa alat produksi pertanian maupun hewan ternak yang seringkali tidak tepat sasaran, yang seharusnya Bansos tersebut bisa disampaikan ke kelompok-kelompok tani dan ternak tetapi pada kenyataannya malah sampai kepada orang orang yang tidak ada hubungannya dengan pertanian dan peternakan.sehingga Bansos yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk membantu wong cilik ini malah tidak sampai kepada orang orang yang berhak menerima.sehingga terkadang malah menjadi permasalahan hukum seperti yang terjadi di Kabupaten Jember saat ini.

Permasalahan konflik agraria juga menjadi agenda yang diangkat dalam acara sosialisasi pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti, dimana di Kabupaten Jember sendiri sampai saat ini masih terjadi konflik agraria di 16 titik di wilayah Kabupaten Jember, dimana salah satunya adalah konflik agraria di Desa Curahnongko Tempurejo Jember antara para petani dengan pihak PTPN XII dengan luasan lahan konflik seluas 332 hektar yang disengketakan antara masyarakat dan pihak PTPN XII sejak tahun 1966.dimana Seknas Jokowi sendiri telah menjadi pendamping masyarakat Desa Curahnongko yang tergabung di dalam organisasi Wadah Aspirasi Warga Petani (Wartani) Curahnongko sejak tahun 2016.

Harapan dari masyarakat Desa Curahnongko Gus Ipul dan Mbak Puti bisa mendorong pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan konflik agraria ini. Karena sampai saat ini konflik agraria di Desa Curahnongko masih menyisakan berbagai permasalahan seperi kemiskinan sebagai akibat hilangnya alat produksi berupa tanah, terjadinya penjarahan hutan sebagai akibat dari kemiskinan warga yang kehilangan tanah, kasus kasus human traficking dan urbanisasi sebagai bagian dari problematika kemiskinan yang timbul sebagai akibat terampasnya alat produksi yang paling berharga bagi petani yaitu tanah.

Untuk itulah para petani di Desa Curahnongko bertekad memenangkan pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, karena ada harapan besar dari para petani di Desa Curahnongko serta daerah daerah lain di Kabupaten Jember terhadap pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti yang dianggap sebagai representasi Gubernurnya Wong Cilik dengan berbagai programnya untuk memajukan perdesaan dan kawasan wilayah selatan Jawa Timur. (Media Center Seknas JOKOWI)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.