27.1 C
Jakarta
28 November 2021
spot_img

Latest Posts

Indonesia Layak Jadi Poros Maritim Dunia

Mariti-tedjo2

JAKARTA- Pengamat maritim Laks (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Indonesia layak menjadi Poros Maritim dunia mengingat kondisi geografisnya yang sangat strategis. Gagasan besar presiden terpilih, Joko Widodo, untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan demikian sangat realitis diwujudkan karena posisi strategis Indonesia yang berada di pusat pertumbuhan ekonomi dunia yang saat ini ada di Asia Timur dan Pasifik.

“Dengan kondisi geografis kelautan Indonesia, sudah sepantasnya kita bisa mengontrol, dan mimiliki bargaining position yang kuat dalam percaturan maritim dunia,” ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2008-2009 ini dalam diskusi bertema “Maritim dan Tol Laut, Sebuah Terobosan Percepatan Kemandirian Ekonomi Indonesia” di sekretariat Seknas Jokowi, Jl. Brawijaya No. 35 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/8/2014).

Tedjo juga memastikan konsep Tol Laut yang digagas Jokowi-JK sangat tepat dengan menggerakkan kapal besar untuk mengangkut barang hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Jalur “tol” di atas laut tersebut bisa berawal dari utara Pulau Sumatera yang menghubungkan beberapa pelabuhan dan menuju Jakarta. Dari Jakarta, jalur “tol” tersebut menuju Surabaya, Makassar, dan berakhir di Sorong. Dengan demikian, kapal-kapal yang rutin mengelilingi Indonesa bisa memangkas biaya operasional.

Tedjo menyarankan pembangunan tol laut seharusnya lebih didahului dengan pembangunan industri dan jasa maritim di Indonesia. Pembangunan tol laut ini bisa dilakukan melalui inftrastruktur, kapal, pelabuhan, dan komunikasi yang dianggap berasal dari jasa maritim.

“Selain itu, untuk membangun moda transportasi dengan konsep Tol Laut, pemerintah harus melibatkan pendanaan swasta dengan skema kemudahan perijinan dan insentif, dalam menyediakan armada kapal, pelabuhan,” lanjut Tedjo. Hal itu menurutnya, akan menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antar daerah/pulau di Indonesia dan regional. Dia menambahkan, nantinya, ada kapal yang secara reguler menghubungkan wilayah-wilayah atau pulau di sekitarnya dan ke kawasan regional di wilayah Asia-Pasifik.

Namun Tedjo menganggap rencana pembangunan jembatan Selat Sunda tidak sejalan dengan konsep Tol Lut yang digagas Jokowi-JK. “Kalau kita berpikir tol laut, kenapa kita berencana membangun jembatan Selat Sunda, yang seharusnya dilakukan adalah memperbarui pelabuhan dan armada kapal-nya, itu jauh lebih murah,” ujar Tedjo yang juga mantan Panglima KoarmabarTNI-AL ini.

Senada dengan itu, Ketua Seknas jokowi Muhammad Yamin SH menganggap perlunya para pakar maritim memberi masukan kepada Jokowi-JK berkaitan dengan konsep pembangunan maritim, apalagi kalau hendak mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Karena itu semua sumber daya yang ada harus diarahkan ke pembangunan maritim. “Pembangunan maritim itu harus menjadi soko guru ekonomi, karena itu subsidi energi mestinya ditarik dari darat ke laut,” ujar mantan anggota DPR RI ini. (Ananta)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.