23.9 C
Jakarta
14 January 2022
spot_img

Latest Posts

Seknas Jokowi: Tegakan Hukum Dalam Kasus Bocornya Transkrip Rekaman Palsu

JAKARTA- Seknas Jokowi menyambut baik upaya hukum yang telah ditempuh oleh Kejaksaan Agung yang telah melaporkan kasus penyebarluasan transkrip pembicaraan palsu antara Jaksa Agung Basrief Arief dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait kasus korupsi pengadaan TransJakarta.

Jaksa Agung Basrief Arief yang merasa difitnah secara resmi telah melaporkan kasus itu ke Mabes Polri pada 19 Juni 2014. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto juga akan melaporkan pelaku penyebaran fitnah itu ke Kepolisian. Sebab, dirinya difitnah membocorkan transkrip itu.

“Karena itu, Seknas Jokowi mendesak kepada Kapolri untuk menindaklanjuti laporan Jaksa Agung Basri Arief tersebut, sehingga kasus fitnah yang cenderung menjadi kampanye hitam buat capres Joko Widodo (Jokowi) bisa segera diproses sesuai dengan ketentuan hukum dan dituntaskan. Kalau tidak, kasus ini akan menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Tanah Air,” tandas Presidium Seknas Jokowi, Muhammad Yamin SH di Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Pada 14 Mei 2014 lalu juga beredar surat palsu dari Gubernur DKI Joko Widodo untuk penundaan pemeriksaan kasus TransJakarta, serta instruksi Basrief untuk tidak memeriksa Jokowi.

Untuk menindaklanjuti kasus ini, menurut M. Yamin, sebenarnya sangat mudah. Sebab ada barang bukti berupa berita online surat dari aktivis Progres 98, Faizal Assegaf yang menyebarluaskan transkrip rekaman palsu tersebut. Tim hukum Joko Widodo-Jusuf Kalla juga sudah membantah tuduhan yang tidak berdasar itu.

Tinggal Polri bergerak untuk memeriksa pelakunya—Faizal Assegaf, serta mengungkap siapa dalang di balik penyebarluasan transkrip rekaman yang menyudutkan Megawati, yang secara tidak langsung merugikan nama baik capres Jokowi yang sedang maju dalam Pilpres 2014. “Kami meyakini penyebarluasan informasi palsu itu ditujukan utuk menghancurkan integritas Jokowi yang selama ini bersih dari kasus korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujar mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 ini. (Ananta)

 

 

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.