26.4 C
Jakarta
5 December 2021
spot_img

Latest Posts

Hentikan Praktek Money Politic

JAKARTA- Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi mengutuk keras adanya pembagian uang (money politic) yang terjadi di hampir seluruh desa di Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur. Praktek money politic menjelang pemilihan presiden ini harus dihentikan, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus bertindak tegas terhadap upaya jual beli suara yang dilakukan oleh tim capres lain. Kalau praktek money politic ini dibiarkan maka akan mencederai proses Pilpres 2014 yang jujur dan adil.

Seknas Jokowi mendapat pengaduan dari relawan Jokowi-JK yang tinggal di Tulung Agung, Selasa (8/7/2014). Berdasarkan laporan tersebut, terungkap adanya money politik yang dilakukan kader partai pengusung capres lain di Desa Aryo Jedil, Kecamatan Rejotangan. Di desa tersebut, mereka merekrut 200 orang yang bertugas melakukan gerilya politik untuk memperngaruhi warga agar memilih capres tertentu, dengan memberinya uang yang besarnya bervariasi antara Rp. 20.000-50.000.

Cara semacam ini juga dilakukan di hampir seluruh desa di Tulungagung dan daerah lain di Jawa Timur. Salah seorang pelaku money politik tersebut sudah ditangkap para relawan Jokowi-JK dan sudah diserahkan ke Panwas Rejotangan-Tulungagung. Pada hari yang sama, relawan berbeda juga menangkap dua pelaku lainnya di dua desa yang berbeda di Tulungagung.

“Seknas Jokowi mendesak kepada Panwaslu dan pihak kepolisian Tulung Agung untuk memproses kasus money politik yang terjadi di Kecamatan Rejotangan sesuai dengan hukum yang berlaku. Bagaimanapun, peristiwa itu merupakan preseden buruk bagi proses Pilpres 2014 yang diharapkan bisa berjalan dengan jujur dan adil. Dan, tidak menutup kemungkinan money politik seperti ini terjadi juga di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” ujar Presidium Seknas Jokowi, Muhammad Yamin SH.

Karena itu, Seknas Jokowi berharap pihak Bawaslu dan Polri melakukan langkah-langkah proaktif agar tidak hanya sekedar menunggu laporan pengaduan dari masyarakat tapi secara aktif turut mendeteksi kemungkinan praktek money politik terjadi selama masa tenang ini.

Sampai hari ini, menurut Muhammad Yamin, Seknas Jokowi melalui call center dengan nomer 081284434777 mendapat banyak pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan praktek kecurangan Pilpres. Tidak hanya di Tulung Agung, di Jakarta dan sekitarnya juga ada laporan terjadinya money politic.

“Dugaan adanya money politic dilaporkan terjadi di kelurahan Cipinang Bali, Kecamatan Cipinang, Jakarta Timur, dengan memanfaatkan struktur RT/RW, tim capres lain membagikan sejumlah uang kepada calon pemilih dengan arahan agar mencoblos capres tertentu. Kebanyakan laporan yang kami terima adalah hilangnya kesempatan warga dari daerah lain untuk mengikuti Pilpres di Jakarta dan sekitarnya karena ketidaktahuannya atas ketentuan KPU untuk pendaftaran pemilih dari luar kota,” jelas Yamin. (Ananta)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.