26.9 C
Jakarta
16 January 2022
spot_img

Latest Posts

Deklarasi Relawan Jokowi Kalbar Simbol Rekonsiliasi Dayak-Madura

PONTIANAK – Pembentukan relawan Jokowi  di Kalimantan Barat (Kalbar), telah menjadi simbol rekonsiliasi antara Suku Dayak dengan Madura. Sebagai gerakan yang tidak berbasis partai dan golongan, Relawan Jokowi menyatukan dua pihak yang pernah berseteru, bersama-sama menuju Indonesia Baru yang setara.

“Luka sejarah masa lalu sudah kita ketahui bersama. Kita bicara tentang Indonesia sekarang juga terpaksa harus bicara sisi kelam. Tentu bukan untuk dipertentangkan, tetapi bagaimana melupakan perseteruan, menuju Indonesia Baru dalam semangat perubahan,” kata pimpinan relawan Kalbar, Vicentius Julipin dalam deklarasi di Pontianak Sabtu (24/8/2013).

Julipin mengatakan, dalam semangat perubahan, Dayak dan Madura harus fokus memperjuangkan kepentingan bersama. Perlu mencari pemimpin yang berada di atas semua golongan. “Dalam kondisi inilah Jokowi menjadi tokoh nasional,” ujar Julipin, didampingi Wakil Ketua Sahat Oloan Saragih dan Achmad Rudi.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPP) Bara JP Utje Gustaaf Patty yang menghadiri deklrasi, mengatakan, kelahiran relawan Jokowi bukanlah diawali fanatik terhadap Jokowi. Ide dasar adalah perubahan, dalam semangat itu menemukan Jokowi sebagai sosok terpercaya.

“Kitak tak guna bicara jelek tentang calon presiden lain. Kita ringkas saja, kita hanya percaya kepada sosok Jokowi. Oleh karena itu Jokowi telah menjadi simbol perubahan. Khusus di Kalbar, juga menjadi simbol rekonsiliasi Dayak-Madura,” ujar Utje.

Julipin menekankan, bahwasanya relawan Jokowi telah menjadi wadah rekonsiliasi di Jabar, tercermin dari pengurus dan pendukung relawan Jokowi yang multietnis. Khusus di Kalbar, banyak tokoh Dayak dan Madura yang bergabung menjadi satu. “Para sosiolog kitanya mengamati fenomena ini,” kata Julipin.

Acara dihadiri puluhan wartawan di Pontianak, bersama sejumlah aktivis Himpunan Mahasiswa Madura (HMM) dan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). “Semangat kebersamaan seperti ini tak akan ada dalam gerakan partai. Hanya Jokowi yang bisa mempersatukan multietnis begini,” kata Julipin.

Deklarasi Relawan Jokowi di Singkawang (Kalbar) yang diadakan dalam bahasa Tionghoa, menurut Julipin merupakan fenomena tersendiri. Tak ada yang protes mengapa dalam bahasa Tionghoa.

“Semua menganggap, semua itu pantas untuk Relawan Jokowi, sebagai gerakan sosial yang didukung segenap elemen,” katanya.

Selasa (27/8), relawan Kalbar akan mengadakan seminar “Membaca Kehendak Rakyat,” bekerja sama dengan Grup Diskusi Plato dan Forum Akademisi UT.

(Sumber: TRIBUNNEWS.COM)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.