30.5 C
Jakarta
17 October 2021
spot_img

Latest Posts

Catatan Penting Sambutan Presiden pada Dies Natalis Universitas Gadjah Mada Ke-68 Yogyakarta, 19 Desember 2017

1. Universitas Gadjah Mada telah terbukti menghasilkan pendidikan berkualitas sehingga:
• Alumninya mencintai Indonesia
• Banyak melahirkan para pembela Pancasila
• Meneguhkan jiwa kerakyatan, dan
• Menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme

2. Perguruan tinggi menempati peran sentral dalam pembangunan bangsa dan negara untuk menciptakan SDM yang andal, melahirkan karya riset yang unggul, serta sentral dalam menjawab tantangan jaman.

3. Tetapi kini kita menghadapi tantangan jaman yang selalu berubah memengaruhi kehidupan manusia secara mendasar:
• Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang cepat
• Teknologi automasi, seperti teknologi informasi, robotik, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)
• Teknologi baru terus bermunculan, silih berganti

4. Perkembangan teknologi tersebut memberikan tantangan besar bagi pendidikan tinggi
• Potensi kehilangan beberapa jenis pekerjaan karena teknologi dan automasi:
• Tukang pos, teller, kasir, dan masih banyak jenis pekerjaan lain.

5. Perkembangan teknologi tersebut juga mempengaruhi formasi bisnis, banyak produk dan model bisnis yang menjadi tidak relevan:
• Produk kamera analog sepenuhnya diganti dengan produk digital
• Bisnis supermarket semakin menyusut dominasinya karena berpindah ke daring (online).
• Biro perjalanan yang menjual tiket dikalahkan oleh aplikasi pemesanan tiket dan akomodasi daring (online ticket and accommodation)
• Dan masih akan ada bisnis-bisnis lama yang bangkrut dan muncul jenis bisnis baru
6. Dunia politik dan pemerintahan juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dengan berbagai macam inovasi:
• Pemerintahan dipaksa untuk kerja cepat, kerja efisien.
• Suatu saat nanti jumlah administrator pemerintahan akan semakin sedikit karena banyak pekerjaan yang bisa diotomatiskan.
• Artinya, dunia berubah total, berubah banyak.

7. Tatkala ada jenis pekerjaan lama yang hilang dan ada jenis pekerjaan baru yang muncul, ini pasti harus direspons oleh pendidikan tinggi.

• Tatkala ada jenis bisnis lama yang hilang dan jenis bisnis baru yang muncul, ini pasti juga harus direspon oleh pendidikan tinggi.
• Tatkala lanskap politik berubah, lanskap ekonomi berubah, dan lanskap sosial-budaya juga berubah, pasti agenda penelitian dan pengabdian masyarakat di universitas juga perlu mengalami perubahan.

8. Demikian pula halnya karakter SDM dan jenis profesi yang dibutuhkan oleh Indonesia ke depan:
• Politisi dan birokrat akan selalu penting,, tapi jumlahnya tidak akan bertambah banyak.
• Para pekerja profesional, seperti insinyur, dokter, farmasi, dan lain-lain perlu semakin banyak dengan kompetensi berstandar internasional.
• Yang justru sangat penting ditingkatkan jumlahnya adalah para enterpreneur, para usahawan yang akan menghasilkan peluang kerja baru dan membangun nilai tambah.

9. Namun, semangat kewirausahaan bangsa kita masih rendah:
• Dalam Global Entrepreneurship Index tahun 2017, peringkat kewirausahaan kita ranking ke 90 dari 137 negara.
• Di tingkat Asia Pasifik, peringkat kita ke 16 dari 24 negara.
• Jumlah inovasi dan paten kita juga masih rendah, yaitu peringkat ke 87 dari 137 negara.

10. Pemerintah sedang terus bekerja keras untuk membangun ekosistem bagi pengembangan kewirausahaan. Pemerintah:
• Berusaha untuk mendorong tumbuhnya startup business, atau bisnis rintisan.
• Berusaha membangun ekosistem yang membuat bisnis pemula, bisnis kecil untuk bisa menjadi besar.
• Membangun infrastruktur logistik untuk memperkuat perdagangan yang efisien.
• Melakukan deregulasi dan debirokratisasi untuk mendorong inovasi dan efisiensi.
• Mengembangkan skema-skema pembiayaan untuk memperkuat alternatif pembiayaan bagi bisnis pemula.

11. Namun, ekosistem pengembangan kewirausahaan bukan hanya dibangun oleh pemerintah saja:
• Pendidikan tinggi juga punya peran yang sangat strategis:
o Dalam mencetak SDM enterpreneur yang unggul,
o Maupun dalam menghasilkan karya riset yang inovatif, yang mendorong kewirausahaan.

12. Penting ditegaskan bahwa kewirausahaan tidak selalu semata menghasilkan profit bagi perusahaan, tapi juga melahirkan benefit bagi masyarakat luas:
• Di kalangan anak muda, telah banyak yang menjadi socio-preneur,
yaitu memecahkan masalah sosial melalui cara-cara kewirausahaan.
• Misal, memfasilitasi interaksi antar guru serta antara guru dan murid
dengan membangun aplikasi, namanya RuangGuru.
o Selain membantu guru juga menghasilkan income dari iklan dan lain-lain.
• Anak muda sekarang berbisnis dengan meningkatkan brand-value, bukan asset-value.
• Mereka mulai berbisnis dari hal-hal kecil, yang membangun jaringan yang besar dengan nilai brand yang tinggi.

13. Sangat diharapkan agar pendidikan tinggi mampu meningkatkan perannya sebagai bagian penting dari ekosistem untuk mengembangkan kewirausahaan, mencetak banyak socio-preneur.

14. Universitas Gadjah Mada diharapkan menjadi motor penggerak agar pendidikan tinggi berperan aktif sebagai ekosistem kewirausahaan:
• Jangan terjebak pada rutinitas.
• Cara-cara baru harus dikembangkan.
• Keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan. Kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan.
• Para socio-preneur yang memecahkan masalah di masyarakat harus didukung.

15. Sangat mebanggakan mulai muncul para socio-preneur di kalangan generasi muda Indonesia:

• Menciptakan tas platik daur ulang, yang terbuat dari bahan natural. Ini akan mengurangi masalah lingkungan.
• Membuat aplikasi untuk memberi makan ikan secara efisien.
• Membuat aplikasi untuk perdagangan daring (online), dan lain-lain.
• Membuat film-film sejarah dan budaya Indonesia kemudian dijual, melalui Youtube atau Netflix.
• Membuat games, film dan kartun tentang kepahlawanan Indonesia, yang diwirausahakan melalui dunia digital.
• Dan banyak sekali contoh-contoh lain.

16. Semua itu membutuhkan fasilitas pendukung di kampus:
• Penting untuk ada coworking space di perguruan tinggi.
• Dalam coworking space ini, para mahasiswa, para dosen, saling bekerja bersama, menciptakan inovasi-inovasi, menciptakan hal-hal baru.
• Interaksi lintas ilmu dan lintas fakutas sangat penting.
• Bahkan interaksi dengan profesi lain juga sangat penting, terutama para enterpreneur.

17. Bahkan, perguruan tinggi perlu meningkatkan dari sekedar coworking space menjadi creative-hub.
• Fasilitasnya bukan hanya tempat kerja bersama.
• Tapi, fasilitasnya juga dalam bentuk: membantu berjejaring dengan para inovator lain.
• Mencarikan sumber pembiayaan.
• Membantu untuk mengembangan jaringan pemasaran, dan lain-lain.

18. Hal ini tidak berarti harus semuanya dibiayai oleh perguruan tinggi:
• Tapi bisa dibiayai bersama dengan pihak perbankan.
• Dengan perusahaan packaging. Dengan perusahaan marketing.
• Dengan perusahaan logistik, dan lain-lain.

19. Artinya,
• Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari ekosistem nasional dalam pengembangan kewirausahaan.
• Cara kerja perguruan tinggi harus inovatif.
• Pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara baru, dengan inovasi dan kreativitas.
• Kurikulum dan agenda riset harus segera dibenahi untuk disesuaikan dengan teknologi baru dan budaya para milenia.

20. Agenda perubahan selalu tidak ringan, tetapi diyakini UGM pasti bisa dan disertai kebanggaan kepada:
• Semangat perjuangan UGM.
• Sikap kerakyatan Universitas Gadjah Mada.
• Jiwa ke-Indonesia-an Universitas Gadjah Mada. Almamater tercinta ini.

21. Tetapi, juga diharapkan agar UGM menjadi:
• Contoh untuk tidak terjebak dalam rutinitas.
• Contoh untuk perubahan besar, perubahan radikal dalam pendidikan tinggi yang menjawab tantangan IPTEK dan perubahan jaman.
• Contoh bagi lahirnya inovasi-inovasi untuk Indonesia dalam memenangkan kompetisi.
• Bagian dari ekosistem nasional untuk membangun Keadilan Sosial
Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

22. Ucapan selamat ulang tahun ke-68 Universitas Gadjah Mada, Dirgahayu untuk kemajuan negeri tercinta.

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.