25.9 C
Jakarta
20 January 2022
spot_img

Latest Posts

BUMN Digelontor Modal Untuk Bangun Infrastruktur

Bandung – Pemerintah bersiap menggelontorkan dana segar untuk ‘penyertaan modal’ kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 48 triliun disiapkan untuk BUMN yang sehat dan siap mengerjakan proyek insfrastruktur.

“Dengan dilakukan pengalihan subsidi BBM akhir 2014 lalu, ada ruang fiskal yang sangat besar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kita. Maka ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur secara cepat dengan pola yang memang berbeda,” Ujar Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo di Bandung, Senin (12/1/2014).

Rencana suntikan dana segar untuk BUMN menjadi bagian dalam pengajuan Rancangan APBN-Perubahan ke DPR-RI, hari ini. Strategi ini diharapkan mempu melipatgandakan kemampuan pemerintah dalam membangun infrastruktur produktif.

“PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk membangun pelabuhan, kemudian BUMN yang karya-karya (Wijaya Karya, Anindya Karya, Hutama Karya, atau Adhi Karya) mengerjakan infrastruktur jalan. PT Kerata Api Indonesia (KAI) yang mengerjakan kereta api, atau Angkasa Pura yang mengerjakan pelabuhan udara. Misalkan kita beri Rp. 10 trilyun, itu mereka bisa mengerjakan sebanyak Rp 50-70 triliun realisasi di lapangan. Dengan ekuiti yang ada, mereka bisa pinjam ke lembaga keuangan dengan sebuah bussiness plan, dengan sebuah feasibility study yang menunjukkan hitung-hitungan yang jelas, karena memang pasti untung,” beber Presiden Jokowi.

Kepala Pemerintahan melanjutkan, hal yang sama tidak akan mungkin dilakukan oleh kementerian/lembaga. Sehingga, pembangunan infrastruktur yang memiliki nilai keekonomian lebih baik dikerjakan oleh BUMN.

“Kalau uang Rp. 10 triliun diberikan kepada kementerian, jadinya juga 10 (triliun). Inilah kecepatan yang ingin kita bangun dengan memanfaatkan BUMN. Kecepatan kita bangun infrastruktur bisa 5-7 kali lipat dari kekuatan anggaran yang kita punya,” tutup Jokowi.

BUMN Strategis

Selain BUMN Karya, Pemerintah juga tetap akan memperhatikan BUMN Strategis. Tentu saja, fokus pengembangan lebih kepada membangun identitas bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Presiden bahkan mengunjungi dua BUMN strategis di Surabaya, Jawa Timur, PT Dok-Perkapalan dan PT PAL Indonesia akhir pekan lalu.

“Kalau melihat dari kondisi dan luas areal pabrik, sebetulnya ya cukup untuk bisa dijadikan awal pengembangan industri maritim kita. Bisa mengerjakan, tapi ya harus fokus. Kalau ini untuk kapal ya kapal, kalau untuk kapal selam ya kapal selam. Tapi kalau ini bukan melulu pada untung dan rugi, tapi ini industri strategis, yang semua hal harus sudah dipikirkan,” ujar Presiden di Surabaya, Jawa Timur, akhir pekan kemarin.

Kepala Negara pun memerintahkan para BUMN strategis agar mulai memikirkan urusan-urusan ke depan. Misalnya saja, mesin-mesin produksi harus di up-grade setiap lima tahun sekali agar tidak ketinggalan jaman. (Adi)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.