25 C
Jakarta
20 October 2021
spot_img

Latest Posts

Beberapa Indikator Strategis Tentang Perkembangan Ekspor Impor Oktober 2017

Pada hari ini, Rabu 15 November 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis beberapa indikator strategis tentang perkembangan Ekspor Impor Oktober 2017, Upah Pekerja/Buruh Oktober 2017, dan Nilai Tukar Eceran Rupiah Oktober 2017.

Berikut ini disampaikan ringkasan dari data-data tersebut:

I. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA OKTOBER 2017

A. PERKEMBANGAN EKSPOR

1⃣ Nilai ekspor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$15,09 miliar atau meningkat 3,62 persen dibanding ekspor September 2017. Sementara dibanding Oktober 2016 meningkat 18,39 persen.

2⃣ Ekspor nonmigas Oktober 2017 mencapai US$13,67 miliar, naik 4,22 persen dibanding September 2017, sementara dibanding ekspor nonmigas Oktober 2016 naik 17,00 persen.

3⃣ Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2017 mencapai US$138,46 miliar atau meningkat 17,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$125,58 miliar atau meningkat 17,26 persen.

4⃣ Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2017 terhadap September 2017 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$120,1 juta (34,56 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$131,3 juta (22,74 persen).

5⃣ Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Oktober 2017 naik 14,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2016, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,55 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 36,42 persen.

6⃣ Ekspor nonmigas Oktober 2017 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,34 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,39 miliar dan Jepang US$1,29 miliar, dengan kontribusi ke ganya mencapai 36,74 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,43 miliar.

7⃣ Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2017 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$24,15 miliar (17,44 persen), diiku Jawa Timur US$15,32 miliar (11,07 persen) dan Kalimantan Timur US$14,49 miliar (10,46 persen

B. PERKEMBANGAN IMPOR

1⃣ Nilai impor Indonesia Oktober 2017 mencapai US$14,19 miliar atau naik 11,04 persen dibanding September 2017, demikian pula jika dibandingkan Oktober 2016 meningkat 23,33 persen

2⃣ Impor nonmigas Oktober 2017 mencapai US$11,99 miliar atau naik 10,52 persen dibanding September 2017, demikian pula jika dibanding Oktober 2016 meningkat 20,33 persen.

3⃣ Impor migas Oktober 2017 mencapai US$2,20 miliar atau naik 13,96 persen dibanding September 2017 dan juga meningkat 42,67 persen dibanding Oktober 2016.

4⃣ Peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2017 dibanding September 2017 adalah golongan besi dan baja US$182,9 juta (28,68 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan bahan bakar mineral sebesar US$57,0 juta (52,10 persen).

5⃣ Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2017 ditempa oleh Tiongkok dengan nilai US$27,98 miliar (26,12 persen), Jepang US$12,37 miliar (11,55 persen), dan Thailand US$7,64 miliar (7,13 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 20,50 persen, sementara dari Uni Eropa 9,34 persen.

6⃣ Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Oktober 2017 mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 13,48 persen, 16,32 persen, dan 9,54 persen.

II. PERKEMBANGAN UPAH PEKERJA/BURUH OKTOBER 2017

1⃣ Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

2⃣ Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

3⃣ Upah riil adalah perbandingan antara upah nominal dengan indeks konsumsi rumah tangga.

4⃣ Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2017 naik sebesar 0,25 persen dibanding upah buruh tani September 2017, yaitu dari Rp50.213,00 menjadi Rp50.339,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen .

5⃣ Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2017 naik 0,05 persen dibanding upah September 2017, yaitu dari Rp84.378,00 menjadi Rp84.421,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen

III. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR ECERAN RUPIAH OKTOBER 2017

1⃣ Rupiah terdepresiasi 1,27 persen terhadap dolar Amerika pada Oktober 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp13.523,07 per dolar Amerika. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Jawa Tengah yang mencapai Rp13.609,38 per dolar Amerika pada minggu ketiga Oktober 2017.

2⃣ Rupiah terapresiasi 0,28 persen terhadap dolar Australia pada Oktober 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp10.474,96 per dolar Australia. Menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Papua yang mencapaio Rp10.159,96 per dolar Australia pada minggu kedua Oktober 2017.

3⃣ Rupiah terdepresiasi 0,05 persen terhadap yen Jepang pada Oktober 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp.118,91 per yen Jepang. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Riau yang mencapai Rp122,50 per yen Jepang pada minggu kedua Oktober 2017.

4⃣ Rupiah terdepresiasi 0,97 persen terhadap euro pada Oktober 2017 dengan nilai tukar sebesar Rp.15.898,83 per euro. Menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp16.019,00 per euro pada minggu kedua Oktober 2017.

Untuk info lebih detil dan mengunduh data silakan, akses ke website BPS

Salam,
Humas Badan Pusat Statistik (BPS)

Website : www.bps.go.id
Twitter : @bps_statistics
Facebook : badan pusat statistik
Youtube : BPS Statistics
Instagram : bps_statistics

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.